Cara Masuk atau Saluran-Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Menurut para sejarawan, agama Islam di Indonesia berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India). Golongan pembawa Islam ke Nusantara adalah para pedagang, mubaligh, kaum sufi, dan para wali. Adapun golongan penerima Islam di indonesia adalah kalangan masyarakat daerah pesisir, golongan raja dan bangsawan, hingga masyarakat di wilayah pedalaman.

masjid Baiturrahman Aceh
via shutterstock

Ada banyak teori yang menjelaskan mengenai kapan mula-mula Islam masuk ke Indonesia dan siapa para pembawanya. Informasi selengkapnya silahkan baca: 7 Teori Masuknya Islam di Indonesia

Berbeda dengan penyebaran Islam di benua-benua lain, proses penyebaran Islam di Nusantara umumnya berjalan dengan lancar dan damai tanpa melalui jalan penaklukan atau pertumpahan darah. Agama Islam dapat diterima dan berkembang dengan baik di dalam masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
  • Syarat masuk agama Islam sangat mudah, yaitu hanya mengucapkan dua kalimat syahadat, tidak perlu ada upacara khusus. 
  • Upacara-upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana. 
  • Ajaran Islam tidak mengenal sistem kasta. 
  • Islam bersifat terbuka sehingga penyebaran Islam dapat dilakukan oleh setiap orang Islam. 
  • Penyebaran agama Islam di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi masyarakat Indonesia.
  • Ajaran Islam berdampak positif bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dengan adanya kewajiban membayar zakat bagi orang Islam yang mampu. 
  • Keruntuhan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha seperti Sriwijaya dan Majapahit, memberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan Islam. 
http://www.smartcity2.bandung.go.id/forum/thread/read/5/14/502

Saluran-Saluran Penyebaran Islam

seni Islam
via istockphoto

Adapun proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia melalui beberapa saluran atau cara sebagai berikut. 

a. Melalui Perdagangan 

Hal ini terkait dengan perkembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan pada abad ke-7 sampai abad ke-16 dari Eropa, Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Cina. Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah berbulan-bulan di Malaka dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menunggu angin muson yang berubah arah tiap enam bulan sekali untuk kembali ke negeri asalnya. Selama menunggu itu terjadilah proses interaksi dengan masyarakat setempat, para bangsawan, bahkan dengan para raja. Kesempatan ini mereka pergunakan pula untuk menyebarkan agama Islam. 

b. Melalui Perkawinan 

Ada pula di antara para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang kemudian menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Melalui perkawinan tersebut, maka terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam. Sebagai buktinya, sampai sekarang di beberapa kota di Indonesia masih ditemukan kampung Pekojan, yaitu perkampungan para pedagang Gujarat (Koja = pedagang Gujarat). Perkawinan dilangsungkan pula dengan golongan bangsawan. Misalnya, Raden Rahmat atau Sunan Ampel menikahi Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan Putri Kawungaten, dan Raja Brawijaya dengan Putri Ceumpa yang beragama Islam, yang kemudian berputra Raden Patah.

c. Melalui Pendidikan 

Para ulama atau mubalig banyak mendirikan pondok pesantren di beberapa tempat di Nusantara. Di sanalah para santri dari berbagai daerah mendapatkan pendidikan agama Islam secara mendalam. Setelah tamat, mereka berkewajiban menyebarkan ajaran Islam di daerah masing-masing sehingga mendorong munculnya pondok-pondok pesantren baru, misalnya Pesantren Ampel Denta yang didirikan oleh Raden Rahmat mempunyai murid Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, dan Raden Patah. Sunan Giri kemudian mempunyai murid Fatahillah/ Faletehan dari Pasai. 

d. Melalui Seni Budaya 

Penyebaran agama Islam melalui sarana seni budaya disesuaikan dengan keadaan di Indonesia karena ketika itu kebudayaan Hindu-Buddha dan kepercayaan asli masih berakar kuat. Para penyebar agama Islam tidak serta-merta mengubah seni budaya tersebut, bahkan adakalanya mereka menggunakan seni budaya tersebut sebagai sarana menyebarkan Islam. Contoh seni budaya yang berpengaruh dalam proses islamisasi antara lain seperti seni gamelan dan wayang. Sering kali ajaran Islam diselipkan dalam cerita-cerita wayang, seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Selain itu, pengaruh Islam juga berkembang melalui seni sastra, seni rupa, kaligrafi, seni ukir, dan lain-lain.

e. Melalui Ajaran Tasawuf

Tasawuf mengajarkan umat Islam agar selalu membersihkan jiwa dan mendekatkan diri dengan Tuhannya. Kaum sufi (penganut tasawuf) hidup dengan sederhana dan sering kali memiliki keahlian yang bersifat magis, seperti menyembuhkan penyakit dan ilmu kebatinan. Tokoh-tokoh tasawuf yang terkenal antara lain Hamzah Fansuri, Nurrudin ar-Raniri, Syamsuddin as Sumatrani, Syekh Yusuf al Makassari, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Syekh Siti Jenar, dll. Apa itu tasawuf?. Silahkan baca: Asal Kata Tasawuf dan Pengertiannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama